Cara Membeli Saham Untuk Pemula (Bagian I)
Anda sudah buka rekening di sekuritas
saham dan sudah tidak sabar untuk membeli saham. Sebelum membeli saham,
apa saja yang harus anda pertimbangkan?
Menurut saya, anda harus melakukan tiga tahap tanya-jawab yaitu:
I. Apa dan Mengapa
Menurut saya, anda harus melakukan tiga tahap tanya-jawab yaitu:
I. Apa dan Mengapa
II. Jumlah Berapa dan di Harga Berapa
III. Kapan dan Bagaimana
Mari kita telaah satu-persatu.
(Proses ini adalah salah satu bagian dari "Trading Plan" atau Rencana Trading.)
I. Apa dan Mengapa
Sebelum membeli saham, pertanyaan yang pertama harus anda jawab adalah: saham apa dan mengapa. Pemain saham biasanya tahu “Apa” yang mau ia beli. Tapi “Mengapa” ia membeli, mayoritas pemain saham tidak bisa menjawab. Jadi sebagai pemula, anda harus membiasakan diri bertanya “Mengapa,” apa alasan anda mempertaruhkan uang hasil kerja keras anda di saham, misalnya, ASRI (Alam Sutera Realty).
(Proses ini adalah salah satu bagian dari "Trading Plan" atau Rencana Trading.)
I. Apa dan Mengapa
Sebelum membeli saham, pertanyaan yang pertama harus anda jawab adalah: saham apa dan mengapa. Pemain saham biasanya tahu “Apa” yang mau ia beli. Tapi “Mengapa” ia membeli, mayoritas pemain saham tidak bisa menjawab. Jadi sebagai pemula, anda harus membiasakan diri bertanya “Mengapa,” apa alasan anda mempertaruhkan uang hasil kerja keras anda di saham, misalnya, ASRI (Alam Sutera Realty).
Alasan anda membeli suatu saham harus
sespesifik mungkin. Jadi, jangan menjawab, “Karena saya mau mendapat
untung.” Semua orang membeli saham karena mengharapkan untung. Yang
harus anda jawab adalah mengapa saham tersebut berpotensi naik dan
memberi anda keuntungan. Apakah karena saham itu murah, atau karena
perusahaan sedang berekspansi, atau karena produknya laku keras. Atau
bisa juga karena analisa teknikal Moving Average atau Stochastic atau
MACD memberi sinyal bahwa saham cenderung akan naik. (Silahkan baca pos "Saham yang Layak Dibeli Menurut Analisa Teknikal.")
Memang, sangat sulit menjawab “Mengapa”
suatu saham patut dibeli, apalagi kalau anda masih pemula. Anda perlu
mempelajari cara menganalisa saham, baik dari segi fundamental,
teknikal, ataupun analisa-analisa lainnya. (Silahkan baca pos “Cara/Teknik Menganalisa Saham.”) Diperlukan pengalaman bertahun-tahun bermain saham sebelum anda bisa menemukan alasan tepat “Mengapa” anda membeli saham.
Karena itu, sebagai pemula, anda
sebaiknya mulai dengan mencoba saran orang lain yang lebih berpengalaman
dari anda. Saran ini bisa anda dapat dari membaca (buku, surat kabar,
riset analis) atau langsung dari seseorang (broker, teman, saudara).
“Saya membeli UNVR karena menurut analis
harganya murah dan fundamentalnya baik,” begitu misalnya jawaban anda.
Sah-sah saja. Yang harus anda perhatikan adalah bagaimana track-record
analis tersebut. Apakah sarannya pada masa silam cukup akurat? Kalau
anda belum tahu track-recordnya, belilah saham yang ia sarankan dalam
jumlah kecil. Dengan berjalannya waktu, coba ukur keakuratan analisanya.
Bisa juga anda mengikuti saran dari buku
yang anda baca. “Peter Lynch di buku ‘One Up on Wall Street’
menyarankan membeli saham yang labanya terus naik. "Karena laba
perusahaan A naik terus, saya memutuskan untuk membeli sahamnya” adalah
contoh jawaban yang cukup baik.
Kalau anda mendapat saran dari teman
untuk membeli saham UNTR (United Tractor), jangan langsung membeli.
Tanyakan alasan “Mengapa.” Kalau teman anda tidak bisa menjawab dengan
memuaskan, jangan beli.
Intinya: anda harus bisa menjawab
“Mengapa” anda membeli suatu saham, tidak masalah apakah jawaban itu
hasil pemikiran anda sendiri ataupun hasil pemikiran orang lain. Jangan
sekali-kali membeli saham tanpa alasan karena jawaban pertanyaan “Apa”
dan “Mengapa” ini adalah faktor utama penentu apakah anda akan untung
atau buntung.
Perhatikan bahwa “Apa” dan “Mengapa”
adalah dua pertanyaan yang berhubungan erat dan tidak bisa dipisahkan.
Langkah yang paling umum adalah anda memutuskan “Apa” yang mau dibeli,
lalu anda mencari jawaban “Mengapa.” Tapi bisa juga anda sudah
menentukan alasan “Mengapa,” lalu baru anda tentukan “Apa” yang harus
dibeli.
Maksud saya begini: bisa saja anda sudah
menentukan mau membeli saham Semen Gresik (SMGR). Artinya, anda sudah
tahu “Apa” yang mau anda beli; sekarang anda perlu menjawab “Mengapa.”
Bisa juga anda melakukan kebalikannya. Misalkan anda menentukan hanya
akan membeli saham dengan Price Earning Ratio (PER) (Silahkan baca pos "Investasi Saham Cara Peter Lynch di Buku 'One Up on Wall Street', Bagian V) di bawah 10. Anda sudah tahu “Mengapa”nya, jadi anda tinggal memilih-milih “Apa” saham yang harus dibeli.
Tapi, protes anda, saya pemula banget dan tidak tahu sama sekali “Apa” yang harus saya beli, apalagi “Mengapa.” Terus saya harus mulai dari mana?
Kalau anda tidak tahu harus mulai dari
mana, saran saya adalah sebagai berikut: Pilihlah 5 sampai 10 saham yang
menarik perhatian anda. Saham-saham pilihan ini adalah "Apa" yang akan
anda beli.
Hindari saham-saham “gorengan” alias
saham-saham kecil yang fluktuasi harganya sangat besar. Mulailah dengan
saham-saham berkapitalisasi besar—yang masuk kategori “blue chip.”
(Silahkan baca pos “Arti Istilah Saham 'BlueChip'”).
Mengapa ?
Kemungkinan anda rugi besar di saham
“blue chip” relatif jauh lebih kecil daripada di saham gorengan. Baca
baik-baik kalimat sebelum ini: saya tidak bilang kemungkinan anda rugi
relatif kecil, tapi kemungkinan anda rugi BESAR relatif lebih kecil.
Sebagai pemula, yang harus anda control adalah janganlah rugi besar
sehingga mengancam keselamatan finansial anda.
Setelah menetapkan "Apa", pantaulah
saham-saham tersebut. Baca berita, pelajari fundamental, ikuti
pergerakan harga saham-saham tersebut. Setelah itu, tentukan apakah anda
adalah investor jangka panjang atau trader jangka pendek? (Silahkan
baca pos “Investasi Saham atau Trading Saham, Mana Lebih Baik”).
Lalu tentukan analisa saham bagaimana yang lebih tepat untuk anda,
apakah analisa fundamental atau analisa teknikal atau analisa cara lain.
(Silahkan baca pos “Cara/Teknik Menganalisa Saham”).
Ketika anda membeli saham, catat alasan "Mengapa." Kalau hasilnya untung, lanjutkan. Kalau buntung, coba perbaiki alasan tersebut atau cari alasan yang baru. Pergerakan saham ada polanya. Carilah pola-pola gerak saham yang menghasilkan untung.
Ketika anda membeli saham, catat alasan "Mengapa." Kalau hasilnya untung, lanjutkan. Kalau buntung, coba perbaiki alasan tersebut atau cari alasan yang baru. Pergerakan saham ada polanya. Carilah pola-pola gerak saham yang menghasilkan untung.
Dengan melalui proses di atas,
perlahan-lahan anda akan menemukan jawaban “Mengapa” suatu saham layak
dibeli. Suatu saat, dengan pengalaman yang cukup, anda tidak perlu lagi
berpaku pada saran orang lain; anda bisa memformulasikan jawaban sendiri
untuk menjawab “Mengapa” anda membeli suatu saham. Saat itulah anda
sudah “naik kelas” dari pemain saham pemula menjadi pemain saham
berpengalaman.
Sumber :http://terusbelajarsaham.blogspot.com


